Belajar IPAS Interaktif
Makhluk Hidup dan Siklus Kehidupannya
Pelajari materi, kemudian kerjakan latihan pada setiap tab.
1. Fungsi Bagian Tubuh Hewan
Hewan adalah makhluk hidup yang dapat bergerak, bernapas, makan, tumbuh, berkembang biak, dan membutuhkan lingkungan untuk hidup. Setiap hewan memiliki bagian tubuh yang membantu hewan melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian tubuh hewan mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Ada bagian tubuh yang digunakan untuk bergerak, mencari makanan, melindungi diri, mendengar suara, melihat keadaan sekitar, dan menyesuaikan diri dengan tempat tinggalnya.
Fungsi Berbagai Bagian Tubuh Hewan
- Mata: digunakan untuk melihat benda dan keadaan di sekitar. Hewan menggunakan mata untuk mencari makanan dan mengenali bahaya.
- Telinga: digunakan untuk mendengar suara. Telinga membantu hewan mendengar suara hewan lain atau suara yang berasal dari lingkungan.
- Hidung: digunakan untuk mencium bau. Beberapa hewan menggunakan indra penciumannya untuk menemukan makanan dan mengenali lingkungan.
- Mulut: digunakan untuk mengambil dan memasukkan makanan ke dalam tubuh.
- Gigi: digunakan untuk menggigit, memotong, dan mengunyah makanan. Bentuk gigi hewan dapat berbeda sesuai dengan jenis makanannya.
- Paruh: digunakan burung untuk mengambil, mematuk, dan memakan makanan. Bentuk paruh burung berbeda-beda sesuai dengan makanannya.
- Kaki: digunakan untuk berjalan, berlari, melompat, atau mencengkeram. Kaki ayam berbeda dengan kaki bebek karena kegunaannya juga berbeda.
- Sayap: digunakan oleh burung dan beberapa serangga untuk terbang. Tidak semua hewan yang memiliki sayap dapat terbang dengan cara yang sama.
- Sirip: membantu ikan berenang, mengubah arah, dan menjaga keseimbangan di dalam air.
- Ekor: dapat membantu hewan menjaga keseimbangan, mengarahkan gerakan, atau berkomunikasi dengan hewan lain.
- Bulu: membantu melindungi tubuh beberapa hewan dari udara dingin dan dapat membantu menyamarkan tubuh dari lingkungan.
Hubungan Bagian Tubuh dengan Tempat Hidup
Bagian tubuh hewan biasanya sesuai dengan tempat hidupnya. Ikan mempunyai sirip dan bentuk tubuh yang membantu ikan berenang di air. Burung mempunyai sayap dan bulu yang membantu burung terbang dan menjaga tubuhnya.
Bebek memiliki kaki berselaput yang membantu berenang di air. Ayam mempunyai kaki yang dapat digunakan untuk berjalan dan mengais tanah untuk mencari makanan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap bagian tubuh mempunyai kegunaan yang penting bagi hewan.
Ikan menggunakan sirip untuk berenang. Burung menggunakan sayap untuk terbang. Bebek menggunakan kaki berselaput untuk berenang. Ayam menggunakan paruh untuk mengambil makanan.
Latihan Isian
- Melihat
- Sirip
- Sayap
- Memakan
- Mengunyah
2. Siklus pada Makhluk Hidup
Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Hewan yang masih kecil akan tumbuh menjadi lebih besar. Hewan yang telah dewasa dapat berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Tahapan kehidupan tersebut disebut siklus hidup.
Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak lahir atau menetas, tumbuh menjadi dewasa, berkembang biak, dan menghasilkan keturunan. Setiap hewan memiliki siklus hidup yang tidak selalu sama.
Tahapan Siklus Hidup Hewan
Pada beberapa hewan, anak yang baru lahir memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan induknya. Ukurannya saja yang lebih kecil. Hewan tersebut akan tumbuh secara bertahap hingga menjadi dewasa.
- Ayam: telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa.
- Kucing: anak kucing → kucing muda → kucing dewasa. Kucing dewasa dapat berkembang biak dan melahirkan anak kucing.
- Sapi: anak sapi → sapi muda → sapi dewasa. Anak sapi memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan sapi dewasa.
- Katak: telur → berudu → katak muda → katak dewasa. Katak mengalami perubahan bentuk yang cukup jelas selama pertumbuhan.
Pertumbuhan dan Perubahan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran tubuh makhluk hidup. Contohnya, anak kucing yang awalnya kecil akan menjadi kucing yang lebih besar setelah tumbuh dan mendapatkan makanan yang cukup.
Selain bertambah besar, beberapa hewan juga mengalami perubahan bentuk tubuh. Katak yang baru menetas berbentuk berudu dan hidup di air. Berudu memiliki ekor dan belum memiliki bentuk tubuh seperti katak dewasa.
Setelah tumbuh, berudu mengalami perubahan. Kaki mulai tumbuh, ekornya berkurang, dan tubuhnya berubah menjadi katak muda. Akhirnya, katak muda menjadi katak dewasa.
Perbedaan Siklus Hidup Hewan
Ada hewan yang anaknya memiliki bentuk mirip dengan induknya, misalnya kucing, ayam, dan sapi. Ada juga hewan yang anaknya memiliki bentuk berbeda dari hewan dewasa, misalnya katak dan kupu-kupu.
Hewan dewasa dapat berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Keturunan tersebut akan tumbuh dan mengalami siklus hidup kembali. Dengan demikian, siklus hidup dapat terus berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Telur ayam menetas menjadi anak ayam. Anak ayam tumbuh menjadi ayam dewasa. Ayam dewasa dapat menghasilkan telur kembali.
Latihan Isian
- Siklus
- Telur
- Dewasa
- Berudu
- Berkembang biak
3. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh hewan selama proses pertumbuhannya. Beberapa hewan mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda antara hewan muda dan hewan dewasa.
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk tubuh hewan yang melalui empat tahapan, yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Setiap tahapan mempunyai bentuk tubuh dan cara hidup yang berbeda.
Empat Tahapan Metamorfosis Sempurna
-
Telur
Tahap awal kehidupan hewan. Telur akan menetas setelah mengalami perkembangan dan menghasilkan hewan muda. -
Larva
Hewan muda yang bentuk tubuhnya berbeda dari hewan dewasa. Larva biasanya aktif makan dan tumbuh. Pada kupu-kupu, larvanya disebut ulat. -
Pupa
Tahap ketika hewan mengalami perubahan bentuk menuju dewasa. Pada kupu-kupu, tahap pupa disebut kepompong. -
Dewasa
Hewan telah memiliki bentuk tubuh dewasa. Hewan dewasa dapat mencari makanan, bergerak, dan berkembang biak.
Contoh Metamorfosis Kupu-Kupu
Kupu-kupu memulai siklus hidupnya dari telur. Telur biasanya diletakkan pada daun oleh kupu-kupu dewasa. Setelah menetas, keluarlah ulat yang disebut larva.
Ulat banyak makan daun untuk mendapatkan energi dan tumbuh. Setelah cukup besar, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong. Di dalam kepompong, tubuh ulat mengalami perubahan.
Setelah perubahan selesai, keluarlah kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa kemudian dapat berkembang biak dan menghasilkan telur. Siklus hidup kupu-kupu pun dimulai kembali.
Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna
- Kupu-kupu
- Nyamuk
- Lalat
- Kumbang
Ciri utama metamorfosis sempurna adalah memiliki tahap larva dan pupa. Bentuk larva biasanya berbeda jauh dari bentuk hewan dewasa. Contohnya, ulat memiliki bentuk yang berbeda dari kupu-kupu dewasa.
Telur → Larva → Pupa → Dewasa
Latihan Isian
- Empat
- Larva
- Pupa
- Larva
- Sempurna
4. Metamorfosis Tidak Sempurna
Tidak semua hewan mengalami metamorfosis sempurna. Beberapa hewan mengalami perubahan bentuk secara bertahap dan tidak melalui tahap larva serta pupa. Perubahan tersebut disebut metamorfosis tidak sempurna.
Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh hewan yang melalui tiga tahapan, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Hewan muda yang disebut nimfa memiliki bentuk yang mirip dengan hewan dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan belum tumbuh sempurna.
Tiga Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna
-
Telur
Merupakan tahap awal kehidupan hewan. Telur akan menetas menjadi hewan muda yang disebut nimfa. -
Nimfa
Hewan muda yang bentuknya mirip dengan hewan dewasa. Nimfa biasanya berukuran lebih kecil dan belum memiliki tubuh yang berkembang sempurna. -
Dewasa
Hewan telah tumbuh menjadi dewasa. Hewan dewasa dapat berkembang biak dan menghasilkan telur.
Contoh Metamorfosis Belalang
Belalang dewasa menghasilkan telur. Telur tersebut kemudian menetas menjadi nimfa. Nimfa belalang memiliki bentuk yang mirip dengan belalang dewasa, tetapi tubuhnya lebih kecil dan biasanya belum memiliki sayap yang sempurna.
Nimfa belalang tumbuh dengan cara berganti kulit. Setiap kali tumbuh, ukuran tubuhnya menjadi lebih besar. Setelah mengalami beberapa kali pergantian kulit, nimfa berubah menjadi belalang dewasa.
Belalang dewasa memiliki tubuh yang lebih sempurna dan dapat berkembang biak. Belalang kemudian menghasilkan telur dan siklus hidupnya dimulai kembali.
Hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna
- Belalang
- Kecoak
- Capung
- Jangkrik
Ciri-Ciri Metamorfosis Tidak Sempurna
- Memiliki tiga tahapan kehidupan.
- Terdiri dari telur, nimfa, dan dewasa.
- Tidak memiliki tahap pupa atau kepompong.
- Nimfa memiliki bentuk yang mirip dengan hewan dewasa.
- Nimfa mengalami pertumbuhan dan pergantian kulit.
Perbedaan utama antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna adalah jumlah tahapan serta bentuk hewan mudanya. Metamorfosis sempurna memiliki tahap larva dan pupa, sedangkan metamorfosis tidak sempurna memiliki tahap nimfa dan tidak mempunyai pupa.
Telur → Nimfa → Dewasa
Latihan Isian
- Tiga
- Nimfa
- Pupa
- Sempurna
- Mirip
0 Komentar